Candi Muaro Jambi: Kompleks Percandian Terluas di Asia Tenggara yang Penuh Misteri

Di tepi Sungai Batanghari, Provinsi Jambi, tersembunyi sebuah harta karun arkeologis yang skalanya menyaingi kompleks Angkor Wat di Kamboja dan Borobudur di Jawa Tengah. Candi Muaro Jambi adalah kompleks percandian Buddha dan Hindu yang diyakini merupakan bekas pusat pendidikan agama terbesar di Asia Tenggara pada masa lampau. Candi Muaro Jambi membentang sepanjang 7,5 kilometer di tepian sungai, mencakup area lebih dari 3.981 hektare, menjadikannya kompleks percandian terluas di kawasan ini. Candi Muaro Jambi tidak hanya memamerkan kemegahan arsitektur; ia menyimpan lapisan sejarah dan misteri yang hingga kini masih terus digali oleh para arkeolog. Penemuan dan restorasi di kompleks ini masih berlangsung, di mana pada tahun 2024, tim arkeolog melaporkan telah berhasil memetakan lebih dari 80 reruntuhan menapo (gundukan) yang belum dipugar di luar area utama kompleks.

1. Jantung Peradaban Sriwijaya

Kompleks candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi, menjadikannya sezaman dengan Kerajaan Sriwijaya, yang merupakan kekuatan maritim dan pusat pembelajaran Buddha terbesar di Asia.

  • Pusat Pendidikan: Beberapa ahli sejarah percaya bahwa Muaro Jambi adalah tempat di mana pendeta Buddha Tiongkok terkenal, I-Tsing, singgah dan belajar sebelum melanjutkan perjalanan ke India. Ini menunjukkan bahwa kompleks ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga universitas Buddha internasional yang menampung ribuan biksu dan pelajar.

2. Arsitektur dan Bahan Bangunan yang Khas

Berbeda dengan candi di Jawa yang umumnya menggunakan batu andesit, candi-candi di Muaro Jambi didominasi oleh bata merah.

  • Candi Utama: Candi utama yang telah dipugar meliputi Candi Tinggi, Candi Kedaton, dan Candi Gumpung. Candi Gumpung sangat penting karena di sinilah ditemukan Prasasti Bertuliskan aksara Nagari dan Arca Prajnaparamita.
  • Infrastruktur Sungai: Lokasinya di tepi Sungai Batanghari menunjukkan peran penting sungai sebagai jalur transportasi utama pada masanya. Struktur kanal dan parit kuno yang ditemukan di sekitar candi berfungsi sebagai sistem irigasi dan pertahanan. Sebuah parit kuno, yang diduga merupakan batas luar situs, memiliki lebar sekitar 12 meter dan kedalaman 3 meter.

3. Misteri dan Tantangan Restorasi

Meskipun ukurannya masif, sebagian besar kompleks Muaro Jambi masih berupa gundukan tanah yang belum tersentuh (menapo).

  • Kompleksitas Restorasi: Tantangan terbesar dalam restorasi adalah skala situs dan lingkungan geografisnya yang lembap, yang mempercepat pelapukan bata merah. Proyek restorasi Candi Kembar Batu, misalnya, diperkirakan baru akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2027.
  • Akulturasi Budaya: Beberapa penemuan menunjukkan adanya percampuran budaya yang kompleks, termasuk temuan artefak keramik Tiongkok dan pahatan bergaya Hindu dan Buddha, menambah misteri tentang kehidupan religius dan sosial di situs kuno ini.