Menerapkan Strategi Minimalis dalam pengelolaan limbah bukan berarti kita harus hidup dalam kekurangan, melainkan hidup dengan penuh pertimbangan terhadap setiap barang yang kita bawa masuk ke dalam rumah. Konsep ini dimulai dari meja belanja. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke wadah yang dapat digunakan kembali, sebuah rumah tangga sudah berhasil memotong sebagian besar potensi sampah plastik yang sulit terurai. Di Jambi, inisiatif ini mulai didorong melalui edukasi di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan agar warga lebih terbiasa membawa kantong belanja sendiri sebagai langkah awal yang konkret.
Langkah berikutnya dalam upaya Kelola Sampah Rumah Tangga adalah melakukan pemilahan yang disiplin antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik, yang biasanya berasal dari sisa dapur seperti potongan sayur dan kulit buah, sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah kembali. Melalui metode pengomposan sederhana di lahan sempit atau menggunakan komposter skala rumah tangga, limbah organik dapat diubah menjadi pupuk alami yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Strategi ini sangat efektif untuk mengurangi beban kerja tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas di wilayah kota.
Keunggulan dari pendekatan Modern dalam pengelolaan sampah adalah pemanfaatan teknologi dan jejaring komunitas atau bank sampah. Di era digital ini, warga Jambi dapat mengakses informasi mengenai lokasi bank sampah terdekat atau menggunakan aplikasi khusus untuk penjemputan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kertas, dan logam. Dengan cara ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa yang menjijikkan, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dikonversi menjadi keuntungan finansial atau poin belanja. Transformasi nilai ini adalah kunci agar masyarakat tetap antusias menjalankan program lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kanal Fakta Jambi, masyarakat juga diajak untuk mengenal prinsip reuse dan upcycle yang kreatif. Barang-barang yang sekiranya sudah tidak terpakai namun masih dalam kondisi baik bisa diberikan kepada yang membutuhkan atau diubah fungsinya menjadi barang baru yang berguna. Hal ini sangat sejalan dengan filosofi Strategi Minimalis yang mengutamakan kebermanfaatan barang secara maksimal. Pendidikan mengenai ekonomi sirkular ini mulai diperkenalkan sejak dini melalui sekolah-sekolah dan kelompok penggerak PKK agar kesadaran akan kebersihan lingkungan menjadi karakter yang melekat pada setiap individu warga.