Jambi: “Waspada Karhutla: Jambi Tingkatkan Patroli Udara, Antisipasi Kebakaran Hutan di Musim Kemarau”

Musim kemarau sering kali menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Jambi. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi masalah tahunan yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan dan perekonomian. Menyadari risiko ini, Pemerintah Provinsi Jambi kini mengambil langkah proaktif. Jambi tingkatkan patroli udara dan darat, sebagai upaya serius untuk mengantisipasi dan menanggulangi karhutla sebelum menyebar luas.

Peningkatan patroli udara ini dilakukan dengan menggunakan helikopter dan pesawat tanpa awak (drone). Armada ini ditugaskan untuk memantau titik-titik panas (hotspot) yang terdeteksi oleh satelit secara real-time. Jika ada hotspot baru, tim di darat akan segera diberitahu untuk melakukan pengecekan langsung. Pendekatan ini memungkinkan respons yang lebih cepat dan efisien. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi pada 14 Juni 2025, langkah proaktif ini telah berhasil memadamkan 15 titik api kecil dalam dua pekan terakhir, mencegahnya berkembang menjadi kebakaran besar. Hal ini menunjukkan bahwa Jambi tingkatkan patroli secara signifikan.

Selain patroli udara, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri juga melakukan patroli darat secara rutin, terutama di area-area yang rawan terbakar, seperti lahan gambut dan perkebunan. Mereka tidak hanya memantau, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Satuan tugas (Satgas) karhutla yang dikoordinasikan oleh Kapolda Jambi, pada 20 September 2025, akan menggelar sosialisasi di 25 desa yang rawan karhutla. Hal ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa Jambi tingkatkan patroli secara menyeluruh, baik dari udara maupun darat.

Masyarakat juga diharapkan untuk berperan aktif dalam upaya ini. Laporkan segera jika Anda melihat asap atau titik api, dan jangan pernah membuka lahan dengan cara membakar. Kerugian akibat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Kabut asap yang tebal dapat menyebabkan masalah pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya.

Pada akhirnya, Jambi tingkatkan patroli adalah langkah penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita bisa menjaga Jambi tetap hijau dan bebas dari kabut asap.