Sebuah kasus pembunuhan yang menggemparkan terjadi di Medan, Sumatera Utara, melibatkan seorang dosen sekaligus notaris berinisial TS (57) yang tega aniaya suami yang stroke, RMS (61), hingga tewas. Yang lebih mengejutkan, korban RMS adalah seorang penderita stroke. Kasus ini awalnya disamarkan seolah-olah korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas, namun penyelidikan polisi mengungkap fakta yang jauh lebih keji.
Kejadian tragis ini terjadi pada 22 Maret 2024 di rumah pelaku dan korban di Jalan Gaperta, Medan Helvetia. Setelah melakukan aksinya, TS berupaya memanipulasi kematian suaminya agar terlihat seperti kecelakaan di depan rumah mereka. Ia bahkan sempat mendaftarkan korban asuransi sebelum pembunuhan, menimbulkan dugaan motif finansial di balik perbuatan keji ini.
Kecurigaan muncul dari keluarga korban di Dairi, kampung halaman RMS, yang menemukan adanya luka-luka lebam yang tidak wajar pada tubuh korban setelah dimakamkan. Kejanggalan ini mendorong keluarga untuk melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Helvetia pada 17 Maret 2024. Laporan ini menjadi titik balik terkuaknya tabir pembunuhan berencana ini.
Polisi segera melakukan penyelidikan mendalam, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) yang tidak menemukan tanda-tanda kecelakaan di lokasi yang disebutkan pelaku. Petugas juga melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) dan otopsi terhadap jenazah korban. Hasil otopsi menunjukkan adanya banyak luka di tubuh korban, termasuk di kepala dan alat vital, yang mengindikasikan kekerasan benda tumpul.
Dalam rekonstruksi Kasus Pembunuhan yang digelar, terungkap 13 adegan yang menggambarkan bagaimana TS diduga menghabisi nyawa suaminya. Salah satu fakta baru yang terungkap adalah pelaku berulang kali menyuruh karyawannya untuk keluar rumah pada saat kejadian pembunuhan, menunjukkan adanya unsur perencanaan dalam aksinya.
Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka dan dihadirkan dalam rekonstruksi, TS masih terus membantah telah membunuh suaminya. Pihak kepolisian masih mendalami motif pasti pembunuhan ini, termasuk dugaan adanya klaim asuransi dan isu-isu lain yang berkembang di masyarakat.
Kasus Dosen Aniaya Suami Stroke ini menyita perhatian publik karena melibatkan seorang figur berpendidikan dan metode kejahatan yang terencana. Keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memastikan keadilan, bahkan dalam kasus yang awalnya berusaha ditutupi dengan rekayasa.