Potensi ‘Hidden Gem’ Wisata Geopark yang Belum Tersentuh Publik

Provinsi Jambi menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, namun sebagian besar masih tertutup oleh rimbunnya hutan tropis dan keterbatasan akses. Salah satu kekayaan yang paling menonjol namun masih berstatus sebagai permata tersembunyi atau hidden gem adalah kawasan geopark yang tersebar di wilayah Merangin. Kawasan ini merupakan situs geologi purba yang menyimpan jejak kehidupan dari ratusan juta tahun yang lalu. Meskipun memiliki nilai ilmiah dan keindahan visual yang luar biasa, potensi Wisata Geopark ini belum sepenuhnya tersentuh oleh publik secara luas. Padahal, jika dikelola dengan maksimal, Jambi bisa menjadi destinasi kelas dunia yang menyaingi situs-situs geologi terkenal di luar negeri.

Keunikan utama dari Geopark Merangin di Jambi adalah keberadaan fosil flora dan fauna yang membeku di dalam batuan sungai. Berbeda dengan fosil di daerah lain yang terkubur jauh di dalam tanah, fosil di sini dapat dilihat langsung di permukaan batu yang terletak di pinggiran sungai. Pengalaman menyusuri sungai sambil melihat jejak kayu purba dan kerang-kerangan yang telah membatu memberikan sensasi perjalanan waktu bagi siapa pun yang berkunjung. Hal ini menjadikan Jambi sebagai laboratorium alam yang sangat berharga bagi para peneliti dan pecinta sejarah bumi. Keindahan lanskapnya yang masih sangat alami dan udara yang bersih menjadi daya tarik tambahan bagi mereka yang ingin melarikan diri dari kebisingan kota.

Namun, mengapa potensi sebesar ini belum tersentuh oleh publik secara maksimal? Salah satu faktor utamanya adalah infrastruktur jalan yang masih menantang. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu yang cukup lama dan kondisi fisik yang prima. Selain itu, promosi mengenai keberadaan geopark ini masih sangat terbatas di level nasional. Banyak orang hanya mengenal Jambi melalui Candi Muaro Jambi atau Gunung Kerinci, namun mengabaikan sejarah geologi yang ada di Merangin. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang lebih gencar untuk memperkenalkan narasi mengenai situs purba ini agar masyarakat luas tertarik untuk mengeksplorasi sisi lain dari kekayaan alam tanah Sumatera.

Selain masalah akses, kesiapan masyarakat lokal dalam mengelola Wisata Geopark berbasis konservasi juga menjadi kunci penting. Pengembangan geopark tidak boleh dilakukan secara serampangan karena tujuannya adalah perlindungan situs geologi.