Jambi, sebagai salah satu wilayah yang kaya akan budaya Melayu, memiliki tradisi penyambutan yang unik dan penuh makna, yang termanifestasi dalam kesenian Tari Sekapur Sirih. Tari Sekapur Sirih bukan sekadar tarian biasa, melainkan sebuah ritual penghormatan tertinggi yang disuguhkan kepada tamu agung atau tamu kehormatan yang berkunjung ke daerah tersebut. Gerakan yang lembut, iringan musik yang syahdu, dan properti inti berupa wadah sirih (cerano) menjadikan Tari Sekapur Sirih sebagai simbol keramahtamahan, ketulusan, dan kesopanan masyarakat Jambi dalam menyambut kehadiran seseorang.
1. Filosofi dan Makna di Balik Gerakan
Tarian ini terinspirasi dari ritual tradisional menyuguhkan sirih kepada tamu, yang dalam budaya Melayu dianggap sebagai tanda persahabatan, kekerabatan, dan kehormatan.
- Gerakan Meniru Keseharian: Gerakan dalam tarian ini didominasi oleh gerakan gemulai seperti sembah (menyambut), mengambil dan menyajikan sirih, serta menunjuk arah. Gerakan ini melambangkan ketulusan hati penari dan masyarakat Jambi dalam melayani tamu.
- Properti Sentral (Cerano): Properti utama tarian ini adalah cerano (wadah kuningan atau perak) yang berisi daun sirih, kapur, pinang, gambir, dan tembakau. Prosesi penyerahan cerano adalah puncak tarian, di mana tamu kehormatan dipersilakan mengambil sirih sebagai tanda menerima persahabatan dan kehormatan yang diberikan.
2. Komponen dan Busana
Tari Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh sekelompok penari ganjil, umumnya 9 atau 11 orang penari wanita, dan seringkali didampingi oleh 2 orang penari pria yang bertindak sebagai pengawal.
- Busana Adat: Penari mengenakan pakaian adat Melayu Jambi yang didominasi warna merah dan emas, melambangkan kemewahan dan kegembiraan. Pakaian ini meliputi baju kurung, kain songket, serta aksesoris kepala seperti mahkota atau sanggul yang dihiasi bunga.
- Iringan Musik: Musik pengiringnya berasal dari ansambel tradisional Melayu yang terdiri dari Gong, Gendang, dan Biola. Musik ini dimainkan dengan tempo yang lambat dan melodi yang lembut, sesuai dengan karakter tarian yang anggun dan santun.
3. Peran dalam Acara Resmi
Sejak ditetapkan sebagai tarian resmi penyambutan, Tari Sekapur Sirih telah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap upacara kenegaraan atau kunjungan resmi di Jambi.
- Protokoler: Tarian ini selalu menjadi nomor pembuka dalam acara penting. Misalnya, dalam acara penyambutan Kapolda Jambi yang baru pada hari Senin, 5 Mei 2025, Tari Sekapur Sirih disajikan tepat pukul 10.00 WIB sebagai simbol penyerahan wilayah dan sambutan hangat dari masyarakat adat.
- Upaya Pelestarian: Pemerintah Provinsi Jambi aktif memasukkan tarian ini ke dalam kurikulum sekolah seni dan menyelenggarakan festival budaya tahunan untuk memastikan generasi muda dapat meneruskan warisan budaya ini.