Suku Anak Dalam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Suku Kubu, adalah kelompok masyarakat adat yang mendiami pedalaman hutan Jambi dan Sumatera Selatan. Di tengah kehidupan mereka yang menyatu dengan alam, terdapat sebuah ritual pengobatan unik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya mereka, yaitu Tradisi Besale. Ritual ini bukan hanya sekadar mengobati penyakit fisik, tetapi juga bertujuan untuk memulihkan keseimbangan spiritual dan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur.
Tradisi Besale biasanya dipimpin oleh seorang dukun atau Sintak yang dianggap memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan dunia gaib. Ritual ini dilakukan di sebuah pondok khusus yang disebut balai besale, yang dihias dengan janur kelapa dan dedaunan. Prosesi dimulai dengan pembacaan mantra-mantra kuno, diiringi oleh tabuhan gendang dan sesajian. Tujuannya adalah untuk memanggil roh-roh baik dari leluhur (roh nenek) agar turun dan membantu menyembuhkan orang yang sakit. Laporan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi pada hari Kamis, 17 April 2025, mencatat bahwa Tradisi Besale masih sering dilakukan oleh kelompok-kelompok Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Petugas dinas, Bapak Bambang, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan bagian penting dari identitas budaya mereka dan menarik perhatian para peneliti antropologi.
Ritual ini memiliki tahapan-tahapan yang sakral, di mana Sintak akan melakukan tarian khusus dan memasuki kondisi trance untuk berkomunikasi dengan roh. Penderita yang sakit akan didudukkan di dekat Sintak dan diolesi ramuan dari tumbuh-tumbuhan hutan. Dipercaya bahwa roh-roh yang dipanggil akan memberikan petunjuk atau kekuatan penyembuhan melalui Sintak. Suasana mistis dan khidmat menyelimuti seluruh prosesi, menunjukkan betapa dalam keyakinan mereka terhadap kekuatan alam dan leluhur. Pada tanggal 25 Mei 2025, Polsek Mandiangin mencatat adanya permohonan izin dari seorang perwakilan Suku Anak Dalam untuk mengadakan Tradisi Besale di luar kawasan hutan yang dilindungi. Kapolsek Mandiangin, AKP. Dedi Kurniawan, mengizinkan kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Meskipun terlihat kuno, Tradisi Besale mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang luhur, seperti pentingnya menjaga hubungan dengan alam dan menghormati leluhur. Ritual ini adalah bukti bahwa di tengah modernisasi, Suku Anak Dalam masih memegang teguh identitas mereka sebagai bagian dari alam. Bagi mereka, penyakit tidak hanya disebabkan oleh faktor fisik, tetapi juga ketidakseimbangan spiritual. Oleh karena itu, pengobatan harus mencakup keduanya. Tradisi Besale adalah sebuah jendela unik untuk melihat kekayaan budaya Indonesia yang tersembunyi, sekaligus pengingat akan pentingnya melestarikan warisan nenek moyang kita.